Selasa, 11 November 2014

TELEVISI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN



A.    PENDAHULUAN

1.      Latar belakang

Dalam melakukan pembelajaran tidak hanya materi saja yang dibutuhkan, tetapi perlu adanya metode mengajar dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar. Metode mengajar adalah metode dan teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi dengan peserta didik, agar info/materi pengajaran sampai pada peserta didik. Sedangkan media sebagai alat bantu mengajar. Kedudukan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar yang ada dalam metodologi pengajaran.
Media pengajaran meskipun sebagai alat namun memiliki peran penting dalam pembelajaran. Keberadaannya sangat dibutuhkan. Penyampaian materi tanpa media akan sulit diterima oleh peserta didik. Media pengajaran memiliki berbagai jenis,yaitu audio, visual, dan audio visual.
Media pembelajaran memiliki berbagai macam atau model agar materi yang disajikan tersampaikan. Salah satunya adalah media TV. Saat ni televisi mendapat cap negatif dari kalangan publik program-program yang dipilih penonton, namun hal ini bukan berarti pendidik melarang siswa untuk menonton TV. Perdidik perlu metode agar TV bisa sebagai media pembelajaran yang efektif.
2. Tujuan Penulisan
a.       Menjelaskan Pengertian Televisi
b.      Menjelaskan Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan
c.       Menjelaskan Bagaimana Belajar di Kelas Menggunakan Televisi
d.      Menjelaskan Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan
e.       Menjelaskan Dampak Media Televisi Terhadap Peserta Didik
f.       Menjelaskan Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
g.      Menjelaskan Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan


3. Manfaat Penulisan
A.    Untuk mengetahui Pengertian Televisi
B.     Untuk mengetahui Apa sajakah Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan
C.     Untuk mengetahui Bagaimana Belajar di Kelas Menggunakan Televisi
D.    Untuk mengetahui Apa Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan
E.     Untuk mengetahui Bagaimana Dampak Media Televisi Terhadap Peserta Didik
F.      Untuk mengetahui bagaimana Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
G.    Untuk mengetahui Apa Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan
3. Sistematika
Materi yang disajikan oleh penulis ini diperoleh dengan membaca buku-buku sumber,artikel,serta mencari materi dari internet.












B. PERMASALAHAN
a)      Apa Pengertian Televisi?
b)      Apa sajakah Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan?
c)      Bagaimana Belajar di Kelas Menggunakan Televisi?
d)     Apa Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan?
e)      Bagaimana Dampak Media Televisi Terhadap Peserta Didik?
f)       bagaimana Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi?
g)      Apa Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan?














C. PEMBAHASAN
Televisi Sebagai Media Pembelajaran
A.  Pengertian Televisi
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar berkegak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam putih) maupun berwarna. Kata televisi merupakan gabungan dari Bahasa Yunani yaitu tele yang artinya jauh dan dari bahasa latin yaitu visio yang artinya penglihatan. sehingga televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan. Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peratalan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektrik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.
Televisi merupakan salah satu media massa elektronik yang memberikan informasi dan hiburan secara audio dan visual. Sejak ditemukannya sejak abad sembilan belas, kini manusia dapat menikmati hanya dengan memencet tombol-tombol pada alat canggih tersebut.
Televisi dapat dijadikan sarana pembelajaran yang efektif dan efisien. Keuntungan ini tersedia melalui berbagai tayangan yang disajikannya. Kita hanya tinggal memilah dan memilih tayangan atau saluran-saluran televisi mana yang cukup memadai sebagai sarana pembelajaran kita. Di sini televisi diletakkan pada kerangka positif, sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai media bahan kajian ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya.
Televisi Pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak sekadar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, ia memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain yaitu:
1.      Dituntun oleh instruktur, yakni seorang guru atau instruktur menuntun peserta didik melalui pengalaman-pengalaman visual.
2.      Sistematis, yakni siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana.
3.      Teratur dan berurutan, yakni siaran disajikan dengan selang waktu yang beraturan secara berurutan di mana  satu siaran dibangun atau mendasari siaran lainnya.
4.      Terpadu, yakni siaran berkaitan dengan pengalamn belajar lainnya seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah.
Pemanfaatan media televisi secara umum melibatkan dua unsur yaitu peralatan dan programnya. Peralatan televisi atau biasa dikenal dengan istilah pesawat televisi telah berkembang sedemikian rupa dari waktu ke waktu, demikian juga program atau siarannya.
B.     Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan
Acara siaran pendidikan yang disiarkan melalui televisi, ada dua klasifikasi, yaitu siaran pendidikan sekolah (school broadcasting) dan siaran pendidikan sepanjang masa.
1.      Siaran pendidikan sekolah (school broadcasting)
Yang menjadi sasaran acara ini adalah para murid sekolah, dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan para mahasiswa di perguruan tinggi. Siarannya langsung dikirim ke sekolah-sekolah yang bersangkutan. Dengan demikian, acara siaran pendidikan jenis ini erat sekali hubungannya dengan kurikulum sekolah yang berlaku pada tahun ajaran itu. Ini berarti bahwa stasiun penyiaran yang bersangkutan melakukan kerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional.
Diharapkan dari siaran pendidikan untuk sekolah ini tentu saja disesuaikan dengan landasan dan tujuan pendidikan dari negara yang bersangkutan. Karena acara siaran pendidikan untuk sekolah mengacu kepada kurikulum, tentu akan memberikan pengaruh secara langsung kepada anak-anak tentang:
a)      Menimbulkan keinginan kepada anak-anak untuk mencoba menggali pengetahuan sesuai dengan pola pikir mereka.
b)      Membantu anak-anak atas suatu pengertian yang sebelumnya belum pernah dialami.
c)      Mengrangsang untuk menumbuhkan hasrat dan menggali hubungan antara keegiatan belajar dengan keadaan sekitarnya.
d)     Merangsang anak-anak untuk berkeinginan menjadi seorang cendekiawan.
2.      Siaran pendidikan sepanjang masa (life long education)
Berbeda dengan siaran pendidikan yang berlandaskan kurikulum sekolah, acara pendidikan  yang termasuk dalam klasifikasi ini dilandasi oleh nilai-nilai pendidikan saja dan yang menjadi sasarannya khalayak umum. Hanya saja khalayak dibagi menurut tingkatan tertentu, misalnya : usia, jenis kelamin, agama, agama, pendidikan dan sebagainya.
Tujuan yang ingin dicapai melalui acara ini adalah, untuk mendorong khalayak sasaran, agar berkeinginan untuk terus belajar dalam ruang lingkup yang lebih luas tentang berbagai aspek sosial, seni, sastra, home economic dan hobi. Acara siaran pendidikan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a)      Mempunyai sasaran khalayak yang khusus/ terbatas.
b)      Tujuan umum acara sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasiona.
Diharapkan dari siaran pendidikan untuk sekolah ini tentu saja disesuaikan dengan landasan dan tujuan pendidikan dari negara yang bersangkutan. Karena acara siaran pendidikan untuk sekolah mengacu kepada kurikulum, tentu akan memberikan pengaruh secara langsung kepada anak-anak tentang:
a)      Menimbulkan keinginan kepada anak-anak untuk mencoba menggali pengetahuan sesuai dengan pola pikir mereka.
b)      Membantu anak-anak atas suatu pengertian yang sebelumnya belum pernah dialami.
c)      Mengrangsang untuk menumbuhkan hasrat dan menggali hubungan antara keegiatan belajar dengan keadaan sekitarnya.
d)     Merangsang anak-anak untuk berkeinginan menjadi seorang cendekiawan.
C. Belajar di Kelas Menggunakan Televisi
Ruang kelas yang menggunakan televisi sebagai media pendidikan, biasanya menampung sejumlah 40-50 orang murid. Pada jumlah murid sebanyak itu, masih mungkin mengamati acara televisi dengan baik. Ini berarti tidak akan mengganggu dalam proses belajar mengajar. Apabila anak-anak belajar melalui televisi mereka tidak hanya mengamati acaranya dengan tenang, melainkan mereka juga memerhatikan perubahan-perubahan gambar yang terjadi. Demikian pula mereka memerhatikan susunan kata-kata dan teks yang ada.
Kegiatan belajar melalui media penyiaran ini, oleh Yoichi Nishimoto disebut sebagai “Broadcasting Learning Activitis” (Darwanto, 2007: 136). Ketika belajar melalui media penyiaran ini, anak-anak dituntut mampu  berkosentrasi  dengan penuh selama acara berlangsung. Hal ini sesuai dengan sifat media penyiaran itu sendiri, dan daya kemampuan berkosentrasi ini erat hubungannya dengan kemampuan untuk mengerti dan kemampuan untuk mereproduksi apa yang telah diamatinya. Ini berarti bahwa anak-anak dituntut untuk mampu mengantisipasi isi pesan yang ada dalam acara tersebut.
Menurut Cece Wijaya, dkk. (1992: 149), faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan dalam penggunaan televisi untuk kelas adalah:
1.      Teknik pemilihan
Pemilihan siaran televisi yang sesuai untuk pembelajaran adalah semacam proses evaluasi dan pemilihan film suara. Seperti dalam memilih setiap media pengajaran audiovisual, pertanyaan dasar adalah apakah televisi dapat membantu menciptakan situasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan media sebelumnya? Masalah yang unik bagi guru dalam menilai dan memilih siaran adalah ketidakmungkinan mengadakan preview. Oleh karena itu, pertimbangan harus didasarkan atas kemampuan program menyumbangkan pengalaman. Reputasi sponsor atau produser tingkat ahli, atau peraga yang ada dalam siaran, memperhatikan pengelolaan siaran membantu guru dalam menentukan siaran apa yang mesti disiarkan saat ini dan yang bisa diproduksi untuk nanti. Pertimbangan yang sama untuk validitas kurikulum dan pemilihan perangkat audivisual adalah :
a)      Tingkat usia kelompok yang memirsa.
b)      Isi siaran yang lebih mudah dipahami.
 Apakah program memuat suplemen yang panjang?
Akhirnya kualitas siaran itu sendiri harus dievaluasi sebagai contoh, apakah kualitas program cukup tinggi. Di sini harus memiliki keahlian dalam menilai kualitas perangkat pengajaran.
2.      Kebijaksanaan penggunaan televisi
Kebijaksanaan penggunaan televisi untuk kelas merupakan salah satu tanggung jawab guru. Demikian juga dalam perencanaan siaran di kelas. Sebelum siaran, guru harus memberikan aktivitas-aktivitas yang akan meningkatkan minat siswa. Para siswa akan bertanya-tanya, membahas program, dan ingin mengetahui tujuan menyaksikan siaran tersebut. Mereka akan segera mempersiapkan diri untuk mengikuti program TV. Kesulitan besar guru dalam merencanakan penggunaan program televisi adalah ketudaktahuan secara pasti terhadap isi program.
D.    Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan
Kelebihan Televisi dari media massa lainnya ialah kemampuan menyajikan berbagai kebutuhan manusia, baik hiburan, informasi, maupun pendidikan dengan sangat memuaskan. Penonton TV tak perlu bersusah-susah pergi kegedung bioskop atau gedung sandiwara karena pesawat TV menyajikan di rumahnya. Ia tak perlu pergi ke Amerika untuk menonton Mohammad Ali bertanding, atau pergi kesenanyan untuk menonton kebolehan Liem Swie King, sebab peristiwa- peristiwa seperti itu dapat dinikmati dirumah sambil berleha-leha.
Sebagai media pembelajaran, televisi memiliki beberapa kelebihan dalam menyampaikan pesan dan juga mempunyai kelemahan. Di antara kelebihan media televisi adalah seperti berikut:
1. Televisi dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio-visual termasuk gambar diam, film, objek, spesimen dan drama.
2. Televisi bisa menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi peserta didik.
3. Televisi dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat dan peristiwa, melalui penyiaran langsung atau rekaman.
4. Televisi dapat memberikan kepada peserta didik peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri.
5. Televisi dapat menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh peserta didik dengan usia dan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda.
6. Televisi dapat menyajikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh pada dunia nyata; misalnya ekspresi wajah, dental operation, dan lain-lain.
7. Televisi dapat menghemat waktu guru dan peserta didik, misalnya dengan merekam siaran pelajaran yang disajikan dapat diputar ulang jika diperlukan tanpa harus melakukan proses itu kembali. Disamping itu, televisi merupakan cara yang ekonomis untuk menjangkau sejumlah besar peserta didik pada lokasi yang berbeda-berbeda untuk penyajian yang bersamaan.
8.  Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya,
9.  Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau beerbagai negara,
10.  Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam,
11.  Banyak mempergunakan sumber – sumber masyarakat,
12.  Menarik minat peserta didik,
13.  Dapat melatih guru, baik dalam pre-servise maupun dalam invervice training,
14. Masyarakat diajak berpatisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian terhadap sekolah.
Adapun kelemahan yang dimiliki media televisi adalah sebagai berikut:
1.      Televisi hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah.
2.      Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individual peserta didik.
3.      Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan.
4.      Layar pesawat televisi tidak mampu menjangkau kelas besar sehingga sulit bagi semua peserta didik untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan.
5.      Kekhawatiran muncul bahwa peserta didik tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru, dan peserta didik bisa jadi bersikap pasif selama penayangan.
E. Dampak Media Televisi Terhadap Peserta Didik
Kehadiran media TV dalam kehidupan modern ini sudah begitu memasyarakat, bahkan TV sudah menjadi kebutuhan tersendiri bagi setiap orang. Hampir setiap rumah tangga telah memiliki pesawat TV, dan tidak jarang satu rumah tangga memiliki lebih dari satu pesawa TV. Televisi dapat menjadi guru bertombol, ditambah jika televisi dapat memberikan tampilan acara-acara yang bersifat  edukatif  Program televisi yang bersifat pendidikan, misalnya “si bolang” yang dapat meningkatkan pengetahuan umum, dan “jika aku menjadi” yang mengandung nilai-nilai sosial. Program tersebut dikemas dengan menarik walaupun nuansa pendidikannya tetap ada. Televisi merupakan sumber belajar yang sangat efektif untuk meningkatkan perilaku pembelajaran peserta didik. Televisi juga dapat menyajikan kejadian yang aktual dengan kondisi yang nyata sehingga dapat memberikan informasi sesuai kejadian, seperti kejadian Aceh, Solo, Irak, dan lain-lain.
TV sebagai produk perkembangan teknologi yang lain, bagi masyarakat terutama dalam konteks pendidikan anak-anak di dalamnya memiliki sisi negatif dan sisi positif. Menurut Martin Leman sisi negatif dari TV bagi pendidikan anak yaitu:
1.      Ketidakmampuan sorang anak membedakan dunia yang dilihat di TV dengan apa yang sebenarnya.
2.      Anak menjadi pasif, tidak aktif, dan tidak kreatif.
3.      Anak cenderung lebih gemuk, bahkan bisa overweight karena mereka biasanya menonton TV sambil makan kudapan (cemilan), terus menerus tanpa terasa.
4.      Menyebabkan kecanduan dalam menonton TV menjadikan ana kuper (kurang pergaulan).
5.      Mengakibatkan menurunnya prestasi karena kurangnya waktu belajar gara-gara menonton televisi.
6.      Dengan adanya iklan-iklan TV yang bombastis menyebabkan tanpa sadar menanamkan nilai-nilai konsumerisme dan bahwa kebahagiaan keluarga yang diperoleh diukur dari kemampuan memiliki produk terbaru yang ditawarkan.
7.      Efek untuk orang tua yang malas menjadikan TV sebagai electronik baby sitter akhirnya berkurang kedekatan anak dan orang tua.
Sementara itu sisi positif dari TV pendidikan anak antara lain:
1.      Menambah kosakata (vocabulary) terutama kata-kata yang tidak terlalu sering digunakan sehari-hari.
2.      Anak dapat belajar tentang berbagai hal melalui program edukasi dari siaran televisi. (masih sedikit)
3.      Menambah wawasan dan minat.
4.      Mengenal berbagai aktifitas yang bisa dilakukannya.
5.      Mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.      Film pun ada yang bagus dan mendidik, mengajarkan hal baik, sikap baik , tentang nilai kemanusiaan, nilai keagamaan dsb.(masih sedikit).
F.  Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
Setiap orangtua memiliki tanggungjawab untuk selalu mengawasi anaknya dan memperhatikan perkembangannya, oeh sebab itu hal-hal yang sekecil apapun harus bisa diantisipasi oleh setiap orang tua mengenai dampak positif atau negatif yang akan ditimbulkan oleh hal yang bersangkutan. Begitu juga mengenai hal televisi ini, yang sudah nyata dampak negatifnya, sudah sepatutnya setiap orang tua mempersiapkan senjata untuk mengantisipasinya.

Dari begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh tontonan televisi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1.      Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya, walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak, perhatikan dan analisa apakah sesuai dengan anak-anak (tidak ada unsur kekerasan, atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan usia mereka).
2.      Dampingi anak memonton TV
Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol dan orang tua bisa memperhatikan apakah acara tersebut masih layak atau tidak untuk di tonton.
3.      Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
Dengan meyimpan TV diruang tengah ,akan mempermudah orang tua dalam mengontrol tontonan anak-anaknya, serta bisa mengantisipasi hal yang tidak orang tua inginkan, karena kecendrungan rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi.
4.      Tanyakan acara favorit mereka dan buntu memahami pantas tidaknya acara tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif. Acara yang bisa dilakukan misalnya hiking, tamasya, siraturahim tempat sanak keluarg dan hal lainnya yang bisa membangun jiwa sosialnya.
Selanjutnya Dr. Martin Leman (2000), memberikan panduan yang perlu dilakukan oleh orang tua dalam pemanfaatan media TV bagi anak-anak, yaitu sebagai berikut:
1.      Orang tua memilihkan acara yang menarik dan mendidik anak, sesuai usia.
2.      Periksalah jadwal acara TV, sehingga kita bisa mengatur jadwal film/ acara apa yang akan ditonton bersama anak.
3.      Perhatikan acara apa yang mau ditonton dan perhatikan acara selanjutnya jangan sampai anak terus menerus menonton televisi. 

G. Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan
Televisi pendidikan Indonesia ini di selenggarakan dengan dorongan semangat dengan tujuan untuk:
1.      Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa,
2.      Membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran,
3.      Mempunyai misi untuk mewujudkan manusia – manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama – sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa,
Sedangkan manfaat dengan adanya televisi pendidikan antara lain :
1.        Televisi dapat memberikan kejadian – kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan di sertai komentar penyiarnya,
2.        Televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk peran serta masyarakat,
3.        Televisi dengan gambar audio visual sangat membantu dalam mengembangkan daya kreasi,
4.        Menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyrakat,
5.        Memberikan pesan yang dapat diteima secara lebih merata oleh peserta didik
6.        Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses,
7.        Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu,
8.        Lebih realistis, dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan,
9.        Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap peserta didik



D. KESIMPULAN
Televisi sebagai media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar berkegak beserta suara, sehingga televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.
Televisi dapat dijadikan sarana pembelajaran yang efektif dan efisien. Keuntungan ini tersedia melalui berbagai tayangan yang disajikannya. Kita hanya tinggal memilah dan memilih tayangan atau saluran-saluran televisi mana yang cukup memadai sebagai sarana pembelajaran kita. Di sini televisi diletakkan pada kerangka positif, sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai media bahan kajian ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya.














DAFTAR PUSTAKA
Ariani,  Niken. 2010. Pembelajaran Multi Media. Jakarta. PT. Prestasi Pustakakarya.
Arsyad, Azhar.(2006).Media Pembelajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Ruswandi Uus, 2008. Media Pembelajaran. Bandung. CV.Insan Mandiri
Dahlan, 1984. Model-Model Mengajar. Bandung. CV.Diponegoro
Sudjana Nana, dan Ahmad  Rifa’i. 2007. Teknologi Pengajaran. Bandung.Sinar Baru Agensindo

2 komentar:

  1. It’s really a great and useful piece of information. I’m glad that you just shared this helpful information with us.
    Please stay us informed like this. Thanks for sharing. ??

    Agen Bola
    Agen Bola Terpercaya
    Poker Online Indonesia Terpercaya
    Poker Online Indonesiaa
    DellPoker

    BalasHapus
  2. It’s really a great and useful piece of information. I’m glad that you just shared this helpful information with us.
    Please stay us informed like this. Thanks for sharing. ??

    Agen Bola
    Agen Bola Terpercaya
    Poker Online Indonesia
    Poker Online Uang Asli
    Poker Uang Asli
    Agen Poker Online
    Poker Online
    DellPoker
    DellPoker
    PokerGalaxy
    IngatPoker
    Axioobet

    BalasHapus