A. PENDAHULUAN
1. Latar
belakang
Dalam melakukan
pembelajaran tidak hanya materi saja yang dibutuhkan, tetapi perlu adanya
metode mengajar dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar. Metode
mengajar adalah metode dan teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi
dengan peserta didik, agar info/materi pengajaran sampai pada peserta didik.
Sedangkan media sebagai alat bantu mengajar. Kedudukan media pengajaran sebagai
alat bantu mengajar yang ada dalam metodologi pengajaran.
Media pengajaran
meskipun sebagai alat namun memiliki peran penting dalam pembelajaran.
Keberadaannya sangat dibutuhkan. Penyampaian materi tanpa media akan sulit
diterima oleh peserta didik. Media pengajaran memiliki berbagai jenis,yaitu
audio, visual, dan audio visual.
Media pembelajaran
memiliki berbagai macam atau model agar materi yang disajikan tersampaikan.
Salah satunya adalah media TV. Saat ni televisi mendapat cap negatif dari
kalangan publik program-program yang dipilih penonton, namun hal ini bukan
berarti pendidik melarang siswa untuk menonton TV. Perdidik perlu metode agar
TV bisa sebagai media pembelajaran yang efektif.
2.
Tujuan Penulisan
a.
Menjelaskan
Pengertian Televisi
b.
Menjelaskan
Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan
c.
Menjelaskan
Bagaimana Belajar di Kelas Menggunakan Televisi
d.
Menjelaskan
Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan
e.
Menjelaskan
Dampak Media Televisi Terhadap Peserta Didik
f.
Menjelaskan
Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
g.
Menjelaskan
Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan
3.
Manfaat Penulisan
A.
Untuk
mengetahui Pengertian Televisi
B.
Untuk
mengetahui Apa sajakah Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan
C.
Untuk
mengetahui Bagaimana Belajar di Kelas Menggunakan Televisi
D.
Untuk
mengetahui Apa Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan
E.
Untuk
mengetahui Bagaimana Dampak Media Televisi Terhadap Peserta Didik
F.
Untuk
mengetahui bagaimana Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif
Acara Televisi
G.
Untuk
mengetahui Apa Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan
3.
Sistematika
Materi yang disajikan oleh penulis ini diperoleh
dengan membaca buku-buku sumber,artikel,serta mencari materi dari internet.
B.
PERMASALAHAN
a)
Apa
Pengertian Televisi?
b)
Apa
sajakah Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan?
c)
Bagaimana
Belajar di Kelas Menggunakan Televisi?
d)
Apa
Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan?
e)
Bagaimana
Dampak Media Televisi Terhadap Peserta Didik?
f)
bagaimana
Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi?
g)
Apa
Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan?
C.
PEMBAHASAN
Televisi
Sebagai Media Pembelajaran
A. Pengertian
Televisi
Televisi adalah sebuah
media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar
berkegak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam putih) maupun berwarna.
Kata televisi merupakan gabungan dari Bahasa Yunani yaitu tele yang artinya
jauh dan dari bahasa latin yaitu visio yang artinya penglihatan. sehingga
televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan
media visual/penglihatan. Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan
gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini
menggunakan peratalan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang
elektrik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan
suara yang dapat didengar.
Televisi merupakan
salah satu media massa elektronik yang memberikan informasi dan hiburan secara
audio dan visual. Sejak ditemukannya sejak abad sembilan belas, kini manusia
dapat menikmati hanya dengan memencet tombol-tombol pada alat canggih tersebut.
Televisi dapat
dijadikan sarana pembelajaran yang efektif dan efisien. Keuntungan ini tersedia
melalui berbagai tayangan yang disajikannya. Kita hanya tinggal memilah dan
memilih tayangan atau saluran-saluran televisi mana yang cukup memadai sebagai
sarana pembelajaran kita. Di sini televisi diletakkan pada kerangka positif,
sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai media bahan kajian
ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya.
Televisi Pendidikan
adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan
pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan
tidak sekadar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena
itu, ia memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain yaitu:
1.
Dituntun oleh instruktur, yakni seorang guru atau instruktur menuntun peserta
didik melalui pengalaman-pengalaman visual.
2.
Sistematis, yakni siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan
tujuan dan pengalaman belajar yang terencana.
3.
Teratur dan berurutan, yakni siaran disajikan dengan selang waktu yang
beraturan secara berurutan di mana satu siaran dibangun atau mendasari
siaran lainnya.
4.
Terpadu, yakni siaran berkaitan dengan pengalamn belajar lainnya seperti
latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan
masalah.
Pemanfaatan media
televisi secara umum melibatkan dua unsur yaitu peralatan dan programnya.
Peralatan televisi atau biasa dikenal dengan istilah pesawat televisi telah
berkembang sedemikian rupa dari waktu ke waktu, demikian juga program atau
siarannya.
B.
Klasifikasi Sistem Siaran Pendidikan
Acara siaran
pendidikan yang disiarkan melalui televisi, ada dua klasifikasi, yaitu siaran
pendidikan sekolah (school broadcasting) dan siaran pendidikan sepanjang masa.
1.
Siaran pendidikan sekolah (school broadcasting)
Yang menjadi sasaran
acara ini adalah para murid sekolah, dari tingkat taman kanak-kanak sampai
dengan para mahasiswa di perguruan tinggi. Siarannya langsung dikirim ke
sekolah-sekolah yang bersangkutan. Dengan demikian, acara siaran pendidikan
jenis ini erat sekali hubungannya dengan kurikulum sekolah yang berlaku pada
tahun ajaran itu. Ini berarti bahwa stasiun penyiaran yang bersangkutan
melakukan kerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional.
Diharapkan dari siaran
pendidikan untuk sekolah ini tentu saja disesuaikan dengan landasan dan tujuan
pendidikan dari negara yang bersangkutan. Karena acara siaran pendidikan untuk
sekolah mengacu kepada kurikulum, tentu akan memberikan pengaruh secara
langsung kepada anak-anak tentang:
a)
Menimbulkan keinginan kepada anak-anak untuk mencoba menggali pengetahuan
sesuai dengan pola pikir mereka.
b)
Membantu anak-anak atas suatu pengertian yang sebelumnya belum pernah dialami.
c)
Mengrangsang untuk menumbuhkan hasrat dan menggali hubungan antara keegiatan
belajar dengan keadaan sekitarnya.
d)
Merangsang anak-anak untuk berkeinginan menjadi seorang cendekiawan.
2.
Siaran pendidikan sepanjang masa (life long education)
Berbeda dengan siaran
pendidikan yang berlandaskan kurikulum sekolah, acara pendidikan yang
termasuk dalam klasifikasi ini dilandasi oleh nilai-nilai pendidikan saja dan
yang menjadi sasarannya khalayak umum. Hanya saja khalayak dibagi menurut
tingkatan tertentu, misalnya : usia, jenis kelamin, agama, agama, pendidikan
dan sebagainya.
Tujuan yang ingin
dicapai melalui acara ini adalah, untuk mendorong khalayak sasaran, agar
berkeinginan untuk terus belajar dalam ruang lingkup yang lebih luas tentang
berbagai aspek sosial, seni, sastra, home economic dan hobi. Acara siaran
pendidikan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a)
Mempunyai sasaran khalayak yang khusus/ terbatas.
b)
Tujuan umum acara sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasiona.
Diharapkan dari siaran
pendidikan untuk sekolah ini tentu saja disesuaikan dengan landasan dan tujuan
pendidikan dari negara yang bersangkutan. Karena acara siaran pendidikan untuk
sekolah mengacu kepada kurikulum, tentu akan memberikan pengaruh secara
langsung kepada anak-anak tentang:
a)
Menimbulkan keinginan kepada anak-anak untuk mencoba menggali pengetahuan
sesuai dengan pola pikir mereka.
b)
Membantu anak-anak atas suatu pengertian yang sebelumnya belum pernah dialami.
c)
Mengrangsang untuk menumbuhkan hasrat dan menggali hubungan antara keegiatan
belajar dengan keadaan sekitarnya.
d)
Merangsang anak-anak untuk berkeinginan menjadi seorang cendekiawan.
C. Belajar
di Kelas Menggunakan Televisi
Ruang kelas yang
menggunakan televisi sebagai media pendidikan, biasanya menampung sejumlah
40-50 orang murid. Pada jumlah murid sebanyak itu, masih mungkin mengamati
acara televisi dengan baik. Ini berarti tidak akan mengganggu dalam proses
belajar mengajar. Apabila anak-anak belajar melalui televisi mereka tidak hanya
mengamati acaranya dengan tenang, melainkan mereka juga memerhatikan
perubahan-perubahan gambar yang terjadi. Demikian pula mereka memerhatikan
susunan kata-kata dan teks yang ada.
Kegiatan belajar
melalui media penyiaran ini, oleh Yoichi Nishimoto disebut sebagai
“Broadcasting Learning Activitis” (Darwanto, 2007: 136). Ketika belajar melalui
media penyiaran ini, anak-anak dituntut mampu berkosentrasi dengan
penuh selama acara berlangsung. Hal ini sesuai dengan sifat media penyiaran itu
sendiri, dan daya kemampuan berkosentrasi ini erat hubungannya dengan kemampuan
untuk mengerti dan kemampuan untuk mereproduksi apa yang telah diamatinya. Ini
berarti bahwa anak-anak dituntut untuk mampu mengantisipasi isi pesan yang ada
dalam acara tersebut.
Menurut Cece Wijaya,
dkk. (1992: 149), faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan
dalam penggunaan televisi untuk kelas adalah:
1.
Teknik pemilihan
Pemilihan siaran
televisi yang sesuai untuk pembelajaran adalah semacam proses evaluasi dan
pemilihan film suara. Seperti dalam memilih setiap media pengajaran
audiovisual, pertanyaan dasar adalah apakah televisi dapat membantu menciptakan
situasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan media sebelumnya? Masalah
yang unik bagi guru dalam menilai dan memilih siaran adalah ketidakmungkinan
mengadakan preview. Oleh karena itu, pertimbangan harus didasarkan atas kemampuan
program menyumbangkan pengalaman. Reputasi sponsor atau produser tingkat ahli,
atau peraga yang ada dalam siaran, memperhatikan pengelolaan siaran membantu
guru dalam menentukan siaran apa yang mesti disiarkan saat ini dan yang bisa
diproduksi untuk nanti. Pertimbangan yang sama untuk validitas kurikulum dan
pemilihan perangkat audivisual adalah :
a)
Tingkat usia kelompok yang memirsa.
b)
Isi siaran yang lebih mudah dipahami.
Apakah program memuat suplemen yang panjang?
Akhirnya kualitas
siaran itu sendiri harus dievaluasi sebagai contoh, apakah kualitas program
cukup tinggi. Di sini harus memiliki keahlian dalam menilai kualitas perangkat
pengajaran.
2.
Kebijaksanaan penggunaan televisi
Kebijaksanaan
penggunaan televisi untuk kelas merupakan salah satu tanggung jawab guru.
Demikian juga dalam perencanaan siaran di kelas. Sebelum siaran, guru harus
memberikan aktivitas-aktivitas yang akan meningkatkan minat siswa. Para siswa
akan bertanya-tanya, membahas program, dan ingin mengetahui tujuan menyaksikan
siaran tersebut. Mereka akan segera mempersiapkan diri untuk mengikuti program
TV. Kesulitan besar guru dalam merencanakan penggunaan program televisi adalah
ketudaktahuan secara pasti terhadap isi program.
D.
Kelebihan dan Kelemahan Televisi Sebagai Media Pendidikan
Kelebihan Televisi
dari media massa lainnya ialah kemampuan menyajikan berbagai kebutuhan manusia,
baik hiburan, informasi, maupun pendidikan dengan sangat memuaskan. Penonton TV
tak perlu bersusah-susah pergi kegedung bioskop atau gedung sandiwara karena
pesawat TV menyajikan di rumahnya. Ia tak perlu pergi ke Amerika untuk menonton
Mohammad Ali bertanding, atau pergi kesenanyan untuk menonton kebolehan Liem
Swie King, sebab peristiwa- peristiwa seperti itu dapat dinikmati dirumah
sambil berleha-leha.
Sebagai media
pembelajaran, televisi memiliki beberapa kelebihan dalam menyampaikan pesan dan
juga mempunyai kelemahan. Di antara kelebihan media televisi adalah seperti
berikut:
1. Televisi dapat
memancarkan berbagai jenis bahan audio-visual termasuk gambar diam, film,
objek, spesimen dan drama.
2. Televisi bisa
menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi peserta didik.
3. Televisi dapat
membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat
dan peristiwa, melalui penyiaran langsung atau rekaman.
4. Televisi dapat
memberikan kepada peserta didik peluang untuk melihat dan mendengar diri
sendiri.
5. Televisi dapat
menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh peserta didik dengan usia
dan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda.
6. Televisi dapat
menyajikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh pada dunia nyata;
misalnya ekspresi wajah, dental operation, dan lain-lain.
7. Televisi dapat
menghemat waktu guru dan peserta didik, misalnya dengan merekam siaran
pelajaran yang disajikan dapat diputar ulang jika diperlukan tanpa harus
melakukan proses itu kembali. Disamping itu, televisi merupakan cara yang
ekonomis untuk menjangkau sejumlah besar peserta didik pada lokasi yang
berbeda-berbeda untuk penyajian yang bersamaan.
8. Bersifat langsung dan nyata, serta dapat
menyajikan peristiwa yang sebenarnya,
9. Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai
daerah atau beerbagai negara,
10. Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak
segi yang beraneka ragam,
11. Banyak mempergunakan sumber – sumber
masyarakat,
12. Menarik minat peserta didik,
13. Dapat melatih guru, baik dalam pre-servise
maupun dalam invervice training,
14. Masyarakat diajak
berpatisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian terhadap sekolah.
Adapun kelemahan yang
dimiliki media televisi adalah sebagai berikut:
1.
Televisi hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah.
2.
Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk
memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individual peserta didik.
3.
Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan.
4.
Layar pesawat televisi tidak mampu menjangkau kelas besar sehingga sulit bagi
semua peserta didik untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan.
5.
Kekhawatiran muncul bahwa peserta didik tidak memiliki hubungan pribadi dengan
guru, dan peserta didik bisa jadi bersikap pasif selama penayangan.
E. Dampak
Media Televisi Terhadap Peserta Didik
Kehadiran media TV
dalam kehidupan modern ini sudah begitu memasyarakat, bahkan TV sudah menjadi
kebutuhan tersendiri bagi setiap orang. Hampir setiap rumah tangga telah
memiliki pesawat TV, dan tidak jarang satu rumah tangga memiliki lebih dari
satu pesawa TV. Televisi dapat menjadi guru bertombol, ditambah jika televisi
dapat memberikan tampilan acara-acara yang bersifat edukatif
Program televisi yang bersifat pendidikan, misalnya “si bolang” yang
dapat meningkatkan pengetahuan umum, dan “jika aku menjadi” yang mengandung
nilai-nilai sosial. Program tersebut dikemas dengan menarik walaupun nuansa
pendidikannya tetap ada. Televisi merupakan sumber belajar yang sangat efektif
untuk meningkatkan perilaku pembelajaran peserta didik. Televisi juga dapat
menyajikan kejadian yang aktual dengan kondisi yang nyata sehingga dapat
memberikan informasi sesuai kejadian, seperti kejadian Aceh, Solo, Irak, dan
lain-lain.
TV sebagai produk
perkembangan teknologi yang lain, bagi masyarakat terutama dalam konteks
pendidikan anak-anak di dalamnya memiliki sisi negatif dan sisi positif.
Menurut Martin Leman sisi negatif dari TV bagi pendidikan anak yaitu:
1.
Ketidakmampuan sorang anak membedakan dunia yang dilihat di TV dengan apa yang
sebenarnya.
2.
Anak menjadi pasif, tidak aktif, dan tidak kreatif.
3.
Anak cenderung lebih gemuk, bahkan bisa overweight karena mereka biasanya
menonton TV sambil makan kudapan (cemilan), terus menerus tanpa terasa.
4.
Menyebabkan kecanduan dalam menonton TV menjadikan ana kuper (kurang
pergaulan).
5.
Mengakibatkan menurunnya prestasi karena kurangnya waktu belajar gara-gara
menonton televisi.
6.
Dengan adanya iklan-iklan TV yang bombastis menyebabkan tanpa sadar menanamkan
nilai-nilai konsumerisme dan bahwa kebahagiaan keluarga yang diperoleh diukur
dari kemampuan memiliki produk terbaru yang ditawarkan.
7.
Efek untuk orang tua yang malas menjadikan TV sebagai electronik baby sitter
akhirnya berkurang kedekatan anak dan orang tua.
Sementara itu sisi
positif dari TV pendidikan anak antara lain:
1.
Menambah kosakata (vocabulary) terutama kata-kata yang tidak terlalu sering
digunakan sehari-hari.
2.
Anak dapat belajar tentang berbagai hal melalui program edukasi dari siaran
televisi. (masih sedikit)
3.
Menambah wawasan dan minat.
4.
Mengenal berbagai aktifitas yang bisa dilakukannya.
5.
Mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.
Film pun ada yang bagus dan mendidik, mengajarkan hal baik, sikap baik ,
tentang nilai kemanusiaan, nilai keagamaan dsb.(masih sedikit).
F.
Peranan Orang Tua dan Guru Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
Setiap orangtua
memiliki tanggungjawab untuk selalu mengawasi anaknya dan memperhatikan
perkembangannya, oeh sebab itu hal-hal yang sekecil apapun harus bisa
diantisipasi oleh setiap orang tua mengenai dampak positif atau negatif yang
akan ditimbulkan oleh hal yang bersangkutan. Begitu juga mengenai hal televisi
ini, yang sudah nyata dampak negatifnya, sudah sepatutnya setiap orang tua
mempersiapkan senjata untuk mengantisipasinya.
Dari begitu banyak
dampak yang diakibatkan oleh tontonan televisi, ada beberapa hal yang bisa kita
lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1.
Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
Jangan biarkan
anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya, walaupun ada acara
yang memang untuk anak-anak, perhatikan dan analisa apakah sesuai dengan
anak-anak (tidak ada unsur kekerasan, atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan
usia mereka).
2.
Dampingi anak memonton TV
Tujuannya adalah agar
acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol dan orang tua bisa
memperhatikan apakah acara tersebut masih layak atau tidak untuk di tonton.
3.
Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
Dengan meyimpan TV
diruang tengah ,akan mempermudah orang tua dalam mengontrol tontonan
anak-anaknya, serta bisa mengantisipasi hal yang tidak orang tua inginkan,
karena kecendrungan rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi.
4.
Tanyakan acara favorit mereka dan buntu memahami pantas tidaknya acara tersebut
untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam
acara tersebut secara bijaksana dan positif. Acara yang bisa dilakukan misalnya
hiking, tamasya, siraturahim tempat sanak keluarg dan hal lainnya yang bisa
membangun jiwa sosialnya.
Selanjutnya Dr. Martin
Leman (2000), memberikan panduan yang perlu dilakukan oleh orang tua dalam
pemanfaatan media TV bagi anak-anak, yaitu sebagai berikut:
1.
Orang tua memilihkan acara yang menarik dan mendidik anak, sesuai usia.
2.
Periksalah jadwal acara TV, sehingga kita bisa mengatur jadwal film/ acara apa
yang akan ditonton bersama anak.
3.
Perhatikan acara apa yang mau ditonton dan perhatikan acara selanjutnya jangan
sampai anak terus menerus menonton televisi.
G.
Manfaat dan Tujuan Televisi Pendidikan
Televisi pendidikan
Indonesia ini di selenggarakan dengan dorongan semangat dengan tujuan untuk:
1.
Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa,
2.
Membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh
pengajaran,
3.
Mempunyai misi untuk mewujudkan manusia – manusia pembangunan yang dapat
membangun dirinya sendiri serta bersama – sama bertanggung jawab atas
pembangunan bangsa,
Sedangkan manfaat
dengan adanya televisi pendidikan antara lain :
1.
Televisi dapat memberikan kejadian – kejadian yang sebenarnya pada saat suatu
peristiwa terjadi dengan di sertai komentar penyiarnya,
2.
Televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk peran serta masyarakat,
3.
Televisi dengan gambar audio visual sangat membantu dalam mengembangkan daya
kreasi,
4.
Menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media
pembelajaran masyrakat,
5.
Memberikan pesan yang dapat diteima secara lebih merata oleh peserta didik
6.
Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses,
7.
Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu,
8.
Lebih realistis, dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan,
9.
Memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap peserta didik
D.
KESIMPULAN
Televisi sebagai media telekomunikasi terkenal yang
berfungsi sebagai penerima siaran gambar berkegak beserta suara, sehingga
televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan
media visual/penglihatan.
Televisi dapat
dijadikan sarana pembelajaran yang efektif dan efisien. Keuntungan ini tersedia
melalui berbagai tayangan yang disajikannya. Kita hanya tinggal memilah dan
memilih tayangan atau saluran-saluran televisi mana yang cukup memadai sebagai
sarana pembelajaran kita. Di sini televisi diletakkan pada kerangka positif,
sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai media bahan
kajian ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ariani, Niken.
2010. Pembelajaran Multi Media. Jakarta. PT. Prestasi Pustakakarya.
Arsyad, Azhar.(2006).Media
Pembelajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Ruswandi
Uus, 2008. Media Pembelajaran. Bandung. CV.Insan Mandiri
Dahlan,
1984. Model-Model Mengajar. Bandung. CV.Diponegoro
Sudjana
Nana, dan Ahmad Rifa’i. 2007. Teknologi
Pengajaran. Bandung.Sinar Baru Agensindo
It’s really a great and useful piece of information. I’m glad that you just shared this helpful information with us.
BalasHapusPlease stay us informed like this. Thanks for sharing. ??
Agen Bola
Agen Bola Terpercaya
Poker Online Indonesia Terpercaya
Poker Online Indonesiaa
DellPoker
It’s really a great and useful piece of information. I’m glad that you just shared this helpful information with us.
BalasHapusPlease stay us informed like this. Thanks for sharing. ??
Agen Bola
Agen Bola Terpercaya
Poker Online Indonesia
Poker Online Uang Asli
Poker Uang Asli
Agen Poker Online
Poker Online
DellPoker
DellPoker
PokerGalaxy
IngatPoker
Axioobet